Masukkan iklan disini!

Hari Tuberkulosis Sedunia: Tingkatkan Pencegahan, Turunkan Penularan



Sumber: DokterSehat

    Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit Tuberkulosis ini adalah penyakit infeksius kronik dan berulang dan biasanya menyerang organ paru. Bakteri Mycobacterium tuberkulosis dapat menular ke manusia melalui percikan dahak (droplet) saat penderita TB paru aktif batuk atau bersin. Bakteri ini akan berkembang biak terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah dan menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

    Menurut laporan WHO, diperkirakan 10 juta orang menderita penyakit TB pada tahun 2019, walaupun pada tahun 2020 mengalami penurunan. Akan tetapi, angka tersebut termasuk tinggi untuk kasus penyakit menular. Kasus TB di Indonesia menempati posisi ke-2 tertinggi setelah India. Menurut profil kesehatan Indonesia tahun 2020, didapatkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur masih didominasi oleh penyakit menular. Hal ini menjadikan kasus TB ada di urutan ke-15 dengan data kasus adalah 6.746 kasus.

    Faktor risiko yang memengaruhi penularan TB diantaranya adalah umur karena mayoritas orang Indonesia yang menderita TB berada pada usia produktif, jenis kelamin terutama laki-laki disebabkan kebiasaan merokok dan minum alkohol, pekerjaan yang mengharuskan kontak langsung dengan penderita seperti tenaga medis dan tenaga kesehatan, status ekonomi, dan juga faktor kebersihan lingkungan.

    Infeksi TB ditandai dengan berbagai gejala, seperti turunnya berat badan selama tiga bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, demam meriang lebih dari sebulan, batuk lebih dari dua minggu tidak pernah reda atau intensitasnya semakin lama semakin parah, dada terasa nyeri, sesak napas, nafsu makan tidak ada atau berkurang, mudah lesu, berkeringat malam walaupun tidak ada aktivitas fisik, serta dahak yang bercampur dengan darah.

    Penyakit Tuberkulosis dapat dicegah dengan beberapa hal khususnya melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah pertama adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih terutama setelah selesai batuk atau bersin, menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan saat selesai batuk dan bersin, menggunakan masker saat berinteraksi dengan seseorang yang memiliki gejala TB, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, memastikan rumah memiliki sirkulasi udara dan cahaya matahari yang cukup, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Selain melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, penyakit TB dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi BCG dan dianjurkan vaksinasi ini diberikan kepada bayi sebelum berusia tiga bulan.

    Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit TB di atas, diharapkan kasus penularan TB di Indonesia maupun dunia dapat kita hentikan, seperti tema yang diusung WHO pada Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2025 ini, Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver. (Caca, alvita)


Sumber:
Making, Maria Agustina, Yulianti Kristiani B., Maria Yoani Vivi B. A. (2023). Analisa Faktor Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan TB Paru pada Kontak Serumah Selama Era New Normal Covid-19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 43-50.

Sari, Girin Kartika, Sarifuddin, Tri Setyawati. (2022). Tuberkulosis Paru Post Pleural Efusion: Laporan Kasus Pulmonary Tuberculosis Post Wodec Pleural Efusion: Case Report. Jurnal Medical Profession, 4(2).

Khusnul, M., & Zulkarnain. (2021). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Prosiding Biologi: Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change, 88. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb

No comments