Masukkan iklan disini!

Puasa Lancar Tanpa Lemas: Cara Cegah Dehidrasi Seharian!


Sumber: google.com

Puasa di bulan Ramadan memberikan banyak manfaat kesehatan, tetapi juga bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak diantisipasi dengan baik. Kurangnya asupan cairan selama lebih dari 12 jam dapat membuat tubuh kehilangan cairan secara perlahan, apalagi jika cuaca panas atau aktivitas fisik tinggi. Dehidrasi bisa menyebabkan pusing, lemas, sakit kepala, hingga gangguan fungsi organ. Lalu, bagaimana cara mencegahnya? 

1. Penuhi Kebutuhan Cairan 
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi cukup air saat sahur dan berbuka. Disarankan minum sekitar 8 gelas air per hari dengan pola 2-4-2 yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas antara berbuka hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat berbuka. Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan, karena bisa memicu dehidrasi lebih cepat.

2. Konsumsi Makanan Kaya Air 
Makan buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti semangka, mentimun, tomat, dan jeruk, bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sup atau makanan berkuah juga menjadi pilihan yang baik saat sahur dan berbuka.

3. Hindari Makanan dan Minuman yang Memicu Dehidrasi 
Gorengan, makanan tinggi garam, dan makanan pedas sebaiknya dikurangi karena dapat meningkatkan rasa haus. Minuman bersoda dan berkafein juga sebaiknya dibatasi karena bisa meningkatkan produksi urin dan mempercepat hilangnya cairan tubuh.

4. Perhatikan Aktivitas Fisik 
Saat berpuasa, kurangi aktivitas fisik berat di siang hari agar tidak cepat kehilangan cairan. Jika ingin berolahraga, lakukan setelah berbuka atau sebelum sahur dengan intensitas ringan hingga sedang.

5. Cermati Tanda-Tanda Dehidrasi 
Penting untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, pusing, lemas, dan warna urin yang lebih gelap. Jika mengalami gejala ini, segera perbanyak minum air setelah berbuka. Dalam kondisi ekstrem, dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama bagi lansia dan penderita penyakit tertentu.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, puasa bisa dijalani dengan nyaman dan tetap sehat. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tetap bugar sepanjang hari. (Muthia Putri Pramesti)

Sumber: 

1. Abdullah, A., Salwani, D., Muhsin, M., Khairi, A.B. and Syukri, M., 2021. Puasa ramadhan dan pengaruhnya terhadap progresifitas penyakit ginjal kronik. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 21(3).

2. Fernanda, A. and Elhamsyah, M., 2023. PENGARUH PEMBELAJARAN FISIK di BULAN PUASA. Islamic Education, 1(3), pp.29-33.

No comments